Fitur Penting APM Yang Biasanya Dicari Seorang Developer


Bagi seorang developer, APM sesungguhnya berbicara mengenai data bahkan banyak data. Tapi sebenarnya developer lebih dari hanya sekedar data, mereka membutuhkan wawasan yang dapat ditindaklanjuti dari data tersebut, sehingga mereka dapat dengan cepat menemukan akar penyebab permasalahan dari aplikasi.

Berikut adalah fitur penting APM yang sebagian besar dibutuhkan oleh Developer:

1. Kinerja dari setiap request dan transaksi aplikasi

APM harus dapat mengukur kinerja setiap request dan transaksi aplikasi. Developer menggunakan informasi ini untuk memahami request mana yang paling banyak diakses, request mana yang lambat, dan mana yang harus diperbaiki

Mengetahui kinerja dari setiap request aplikasi baru menjadi awal. Sebenarnya anda bisa memperoleh informasi itu dari web server access log. Yang menjadi kunci pentingnya adalah "Memahami penyebabnya".

2. Memahami real user experiences

Memahami kinerja aplikasi dari sudut pandang merupakan hal yang penting. Tetapi, saat ini aplikasi banyak sekali menggunakan javascript dimana ini penting untuk memantau berapa lama waktu yang diperlukan browser untuk menampilkan dan me-render halaman web anda. Bagaimana aktifitas pengguna terhadap aplikasi kita, apakah aplikasi kita memudahkan pengguna atau bahkan menyusahkan pengguna. Apakah pengguna sering mengeluh lambat atau sering menghadapi crash ketika pertama kali membuka aplikasi.

Real user experience berperan penting terhadap bisnis. Apabila user sering mengeluh karena interaksi yang tidak maksimal terhadap aplikasi Anda atau bahkan hingga mereka dirugikan, dapat dipastikan mereka akan berpindah ke kompetitor Anda.

3. Code Level Profiling

Jika developer ingin memahami mengapa aplikasinya lambat, muncul kesalahan, atau memiliki bug didalamnya, developer akan mencari code yang menyebabkan permasalahan tersebut. Mengetahui bahwa web request tidak berjalan sebagaimana mestinya itu sangat mudah. Yang susah adalah mencari penyebabnya.

Dengan melacak apa yang dilakukan aplikasi Anda hingga ke level code, Anda akan mendapatkan wawasan yang lebih luas tentang apa yang terjadi, seperti:
  • Method apa yang dipanggil?
  • Method apa yang lambat?
  • Bagaimana relasi komponen aplikasi yang berjalan?
  • Bagaimana kondisi garbage collectornya?

4. Ketergantungan komponen aplikasi (Apps Component Dependencies)

Pemetaan dependensi aplikasi dapat dilakukan secara otomatis oleh berbagai alat atau dapat dikompilasi secara manual dengan mengaudit hubungan antar code yang berjalan di aplikasi.

Developer biasanya menggunakan alat visualisasi seperti Visio untuk menggambarkan arsitektur aplikasi mereka. Developer akan memetakan semua dependensi dan bagaimana tiap-tiap komponen aplikasi berbicara satu sama lain mulai dari front-end hingga back-end.



5. Detail jejak transaksi aplikasi (application traces transaction)

Mencari akar penyebab permasalahan aplikasi pada lingkungan produksi memang sangat sulit. Dengan pelacakan jejak transaksi aplikasi akan lebih mudah dengan melihat dengan detil apa yang terjadi pada tiap-tiap eksekusi code.

Jejak (traces) dapat berisi jenis data berikut:
  • Web request info like URL, etc
  • Who the user was
  • What dependencies did your code call (SQL, caching, HTTP calls, etc)
  • Logging statements
  • Application errors
  • Key methods in your code

6. Basic metric Performa Server seperti CPU, Disk, Memory

Penyebab permasalahan aplikasi bisa bermacam-macam. Server fisik, virtual, dan cloud sekarang ini menjadi pilihan dari organisasi IT untuk menempatkan aplikasinya. Memantau hal-hal seperti CPU, Disk, Memory server sangat penting. Aplikasi web modern sekarang ini biasanya tidak terlalu banyak menggunakan sumber daya CPU, tetapi bisa saja mereka menyerap banyak memory yang menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja aplikasi Anda. CPU, Disk, Memory tetap menjadi indikator penting untuk pemantauan kinerja aplikasi Anda.

7. Error Code

Error Code menjadi garis pertama untuk menemukan permasalahan aplikasi. Ketika developer mendapatkan keluhan dari pengguna aplikasi entah itu karena aplikasi memberikan pesan error atau karena hanya aplikasi lambat, developer pertama kali akan mencari pesan error dari aplikasinya. Developer perlu menemukan dan memperbaiki error tersebut, atau setidaknya mengetahui tentang pesan error tersebut, sebelum pengguna mengalami permasalahan aplikasi.

Pelacakan error, pelaporan error, dan peringatan (alert) adalah komponen penting APM yang sangat dibutuhkan developer.

Posting Komentar

My Instagram

Designed by OddThemes | Distributed by Blogger Themes