Perbedaan Network Performance Management dan Network Performance Monitoring


Hasil gambar untuk it networking

Ketika kita melakukan gathering requirement di kastemer yang sedang mencari solusi NPM, kita harus terlebih dahulu mendapatkan kejelasan mengenai apa NPM yang mereka maksud. Terkadang kastemer menyebut istilah NPM karena mereka melihat atau sebelumnya hanya mendengar presentasi dari suatu produk tertentu dimana nama produknya menganduk kata NPM, sebagai contoh RIO NPM:). Kastemer sendiri pada dasarnya belum banyak memahami apa dan maksud dari NPM itu sendiri. Mereka sudah teracuni dan terjebak terlebih dahulu oleh stigma produk sebelum mereka memahami konsep atau teorinya. Jangan disalahkan kastemer anda, mereka adalah raja :).

Dari beberapa  kastemer yang saya tanya mengenai kebutuhan NPM yang sedang mereka cari, sebagian besar jawaban mereka adalah "kami sedang mencari solusi untuk mengukur kesehatan dari perangkat jaringan", "kami ingin mendapatkan SLA dari perangkat network kami". Beberapa ada yang hanya menyampaikannya secara global, seperti "layanan aplikasi saya lambat, saya ingin mendapatkan apakah permasalahan tersebut disebabkan oleh server, jaringan, atau aplikasi saya sendiri. Dari beberapa jawaban kastemer yang saya paparkan tersebut, sebenarnya kita sudah mendapatkan sedikit gambaran  perbedaan dari Network Performance Management dan Network Performance Monitoring.

Perbedaan yang paling mendasar dari kedua istilah tersebut adalah:
Network Performance Management merupakan teknik kolektif yang digunakan untuk meningkatkan kinerja infrastruktur jaringan mulai dari Planning, Designing, Provisioning, Operating, Administrating, dan Maintaining.
Network Performance Monitoring adalah mengukur ketersediaan dan performa dari infrastruktur jaringan.

NETWORK PERFORMANCE MANAGEMENT
Ketika kita bicara mengenai Network Performance Management ini, kita harus membuka mata untuk melihat lebih luas mengenai jaringan. Pada Network Performance Management ini, jaringan bukan lagi merupakan suatu domain, melainkan sudah menjadi tatanan pendukung layanan bisnis. Ketika layanan aplikasi yang diakses lambat, siapa suspect/tersangka dari permasalahan tersebut. Seperti yang kita tahu begitu banyak komponen yang berjalan pada lalu lintas jaringan. Network Performance Management akan selalu terkait dengan transaksi aplikasi yang melewati jaringan.

Apa yang mempengaruhi Network Performance?
Network performance dipengaruhi oleh

  • Network Device/Link availability
  • Latency atau delay
  • Packet Losses
  • Throughput
  • Bandwidth
  • Packet Transmission
  • Error Rate
  • Configuration changes
Dipasaran, beberapa IT tools yang mempunyai solusi Network Performance Management antara lain CA Application Delivery Analysis, Riverbed, Fluke, dll. Dan perlu diketahui, bahwa tools seperti ini tidak murah, mengingat kehebatan analisisnya dan report yang dihasilkan juga sangat mendetail.

NETWORK PERFORMANCE MONITORING
Sadar atau tidak sadar seorang admin jaringan sering melakukan kegiatan monitoring jaringan. Entah menggunakan command prompt atau scripts. Command ping, sebenarnya adalah tindakan rutin dari operasional pemantauan jaringan dalam ketersediaan jaringan (network availability). Jadi dengan kata lain, Network Performance Monitoring merupakan kegiatan rutin untuk mengukur, memantau, mengevaluasi, menganalisi, melaporkan, dan melacak kinerja jaringan sebagai sebuah domain.

Beberapa pengukuran metric atau Quality Of Service di dalam Network Performance Monitoring ini antara lain:

  • Network availability and response time
  • Network delays
  • Interface availabilit
  • Bits in/out
  • Network download/upload speeds


Jika saya petakan dalam bentuk diagram, kira-kira seperti ini perbedaannya:

Regards,
Rio Satriyo


Posting Komentar

My Instagram

Designed by OddThemes | Distributed by Blogger Themes