Sharing seorang konsultant IT mengenai APM (Application Performance Management)

Hasil gambar untuk application problem

Dijaman yang semakin maju seperti saat ini, perusahaan saling berlomba-lomba untuk memberikan layanan terbaiknya kepada para kastemernya. Aplikasi menjadi salah satu point utama bagaimana suatu layanan diberikan oleh perusahaan. Mobile Banking salah satu contohnya. Hampir semua bank di Indonesia saat ini mempunyai layanan mobile banking yang dapat digunakan oleh kastemernya entah melakukan transaksi ataupun hanya sekedar mengecek saldo.

Layanan berbasis aplikasi tidak lepas dari pemantauan tiap hari. IT harus bekerja keras dalam menjaga layanannya untuk tetap berjalan dan seminimal mungkin terbebas dari yang namanya masalah. Jikapun terjadi permasalahan, IT harus secepat mungkin menemukan root cause dari permasalahan tersebut dan menghasilkan solusi permanent untuk membuat layanan kembali berjalan normal.

Berdasarkan pengalaman saya ketika bertemu dengan kastemer (kastemer yang saya maksud disini adalah organisasi IT) untuk membahas solusi apa yang sesuai untuk permasalahan aplikasinya, sebagian besar dari mereka langsung merujuk ke produk APM (Application Performance Management). Sebenarnya tidak ada yang salah dengan keputusan kastemer tersebut ketika mereka langsung menyebutkan APM, tapi akan menjadi masalah jika mereka langsung merujuk ke produk atau tools atau entah apapun namanya tanpa dibekali pengetahuan yang kuat mengenai aplikasi itu sendiri. Saya juga tidak menyalahkan principle atau distributor yang menawarkan produknya tanpa memberikan knowledge terlebih dahulu ke para pelanggan. Saya tahu mereka dikejar number. Number yang ujungnya hanya memperdulikan penjualan tanpa memikirkan bahwa produk yang ditawarkan dapat digunakan oleh kastemernya atau tidak.

Apakah produk/tools APM itu susah? jawabannya tidak. Apakah produk APM/tools itu gampang? jawabanya juga tidak. Hal itu tergantung dari user APM itu sendiri apakah mereka memahami konsep cara kerja aplikasi dan bagaimana hands-on tools APM. Bukannya tools itu dibuat berdasarkan suatu foundation concept. Di dalam tools APM banyak sekali istilah-istilah yang saya yakin tidak pernah kita dengar di pelajaran kuliah ataupun buku-buku berbahasa Indonesia.

Masalah lainnya ketika berbicara APM lebih dalam, ternyata kebanyakan kastemer tidak mengetahui istilah-istilah permasalahan aplikasi. Sebut saja apa itu Dead Lock, Chokepoint, Backend Tsunami, dll. Ketika saya sampaikan istilah-istilah itu tidak ada response dari kastemer. Entah mereka tidak paham atau mereka terpesona dengan kegantengan saya :p.

Saya akan mengupas apa saja step-step yang perlu dilakukan dalam mendiagnosa permasalahan aplikasi. Next-nya saya akan lanjut membahas kategori-kategori permasalahan aplikasi.

Diakhir kata saya akan sampaikan, tools APM digunakan untuk membantu mempercepat organisasi IT dalam mencari root cause permasalahan. Tanpa framework atau foundation yang kuat, then tools just will be a tools


Posting Komentar

My Instagram

Designed by OddThemes | Distributed by Blogger Themes