Step Diagnosa Problem Aplikasi

Hasil gambar untuk diagnosa icon
Sebelumnya, saya pernah membahas Sharing seorang konsultant IT mengenai APM (Application Performance Management) dan di dalam artikel tersebut saya akan menjabarkan step-step mendiagnosa permasalahan aplikasi. Yuk mari kita kemon...

Ada 5 tahap dalam mendiagnosa permasalahan aplikasi, yaitu:
  1. Detect and verify the problem
  2. Characterize and prioritize the problem
  3. Isolate the problem
  4. Document the problem
  5. Forward to specialist
1. Detect and Verify the problem
Detect
Dalam tahap ini kita akan menentukan bahwa problem berasal dari komplain user atau dari automated response (alert dari aplikasi).
Kita juga harus melakukan double check apakah Problem sudah terjadi atau sedang terjadi. Hal ini bertujuan untuk menghindari yang namanya false alarm.
Verify
Verifikasi menggunakan data untuk memvalidasi permasalahan yang dilaporkan.

2. Characterize and prioritize the problem
Characterize
Ada 4 kategori yang biasanya ditemukan
a. Consistent: Selalu muncul. Masalah tidak menjadi lebih baik atau buruk
b. Progressive: Masalah selalu muncul dari waktu ke waktu

c. Sudden: Muncul tanpa peringatan dan tidak mudah diprediksi
d. Periodic: Masalah kadang muncul dalam interval waktu tertentu

Prioritize
Mengumpulkan data dari waktu ke waktu
Membantu anda dalam Menentukan jenis masalah yang Anda hadapi. Data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu menunjukkan kapan masalah terjadi, bagaimana berevolusi, dan apa kecenderungan umum dalam hal kinerja sistem. Data ini memungkinkan untuk mengkarakterisasi masalah dan kemudian menentukan penyebabnya.

Memprioritaskan berdasarkan behavior (kebiasaan)
Setelah Anda mengkarakterisasi masalah, Anda dapat memprioritaskannya berdasarkan tingkat keparahan. Setiap saat, beberapa masalah mungkin menunggu resolusi. Yang jelas, yang paling parah termasuk di bagian atas daftar dan harus diprioritaskan.

3. Isolate the Problem
mengisolasi permasalahan aplikasi yang disebabkan oleh:
a. Load  --> beban pada aplikasi
Masalahnya terjadi semata-mata karena beban aktivitas yang terjadi lebih besar dari yang Anda harapkan diluar kapasitas yang dimiliki.


b.Code --> Masalah pada Coding Program
Masalah terjadi karena kesalahan pada code yang ditulis

c. Configuration --> File konfigurasi tidak dikonfigurasi dengan benar
Masalah terjadi karena satu atau lebih server configuration setting tidak tepat.

dBackend --> Masalah pada proses di backend
Masalah terjadi karena backend system tidak merespon yang diminta oleh aplikasi

4. Document the Problem
Dokumen akan membantu system expert, pegawai baru. Dapat digunakan sebagai training dan diskusi.
Harus ada perbandingan antara kondisi normal dengan kondisi problem.
Dokumentasi harus memuat jawaban pertanyaan berikut:
1. Bagaimana karakteristik problem ?
2. Metric apa yang menyebabkan karakteristik ini?
3. Dimana problem muncul?
4. Komponen apa saja yang mendukung masalah?
5. Apakah sumber daya, seperti CD, Disk, atau memory terkena dampaknya?

5. Forward to Specialist
1.Load Problem --> mempertimbangkan untuk menambah kapasitas
• System Administrator
• Network Administrator
2. Code Problem --> Mungkin diperlukan pendekatan yang baru dalam design aplikasi
• Developers
• Architects
3. Configuration --> Kemungkinan ada konfigurasi yang tidak tepat pada konfigurasi seperti size of thread pools atau jumlah memory JVM
• Application System Administrator
4. Backend Problem --> Sebagian besar karena database issue
  Application System Administrator

1 komentar :

  1. Terima kasih infonya. Sangat memberi pencerahan bagi kami yang sering mengalami permasalahan aplikasi.

    BalasHapus

My Instagram

Designed by OddThemes | Distributed by Blogger Themes